Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan dan Cara Mengenalinya Sejak Dini

Table of Contents
Gejala usus buntu ini diawali dengan rasa nyeri di daerah perut bagian atas atau di daerah pusar (ukbilicus), kemudian beralih dan menetap pada sisi kanan perut bagian bawah. daerah sisi kanan perut dikenal dengan Mc Barney’s Point. Daerah tersebut terasa lemah dan nyeri yang muncul sesaat-saat, sering diikuti dengan mual, munta dan diare ringan.

 
Gejala Usus Buntu
Gejala Usus Buntu

Suhu badan penderita agak naik dan terjadi leucocytosis (banyak sel darah putih) serta mengalami kelemahan pada titik perut. Jika terjadi abses terasa adanya suatu gumpalan dan bila ada gangguan pada otot-otot perut, denyut nadi semakin cepat dan suhu badan naik. Dalam keadaan ini perlu segera ditangani secara serius. Bila penyakit ini menyerang anak-anak, sering disertai dengan diare.

Gejala-gejala umum yang sering menyertai usus buntu adalah rasa nyeri atau kram di sekeliling pusar atau bagian atas perut, hilangnya nafsu makan, mual dan muntah yang akan berlanjut dengan nyeri yang hebat di bagian kanan bawah perut. Jika tidak segera diatasi, usus buntu yang terinfeksi bisa pecah, sehingga bakteri dapat masuk ke dalam rongga perut.

Hal in akan menimbulkan peritonitis yaiut peradangan pada peritonium (selaput yang membataasi rongga perut) dan menutu lambung dan usus halus. Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan adalah tindakan operasi untuk membuang apendiks atau usus buntu yang terinfeksi (apendiktomi).

Inilah 2 Gejala Awal Usus Buntu, Wajib Tahu!

Ciri-ciri usus buntu yang umum terjadi adalah:

1. Tubuh jadi demam

Tubuh mengalami demam. Ciri atau gejala ini biasanya akan muncul setelah perut terasa nyeri. Jika sudah demam, itu artinya infeksi dari usus buntu sudah semakin parah. Ada baiknya memeriksakan diri ke dokter secepatnya.

2. Nyeri perut

Usus buntu adalah berupa perut yang terasa nyeri di ulu hati. Biasanya orang sering salah kira karena menganggap hal ini adalah sakit maag. Ini disebabkan karena saraf dari usus buntu sama dengan saraf dari bagian lambung/maag. Namun, lama kelamaan rasa sakit ini akan berpindah ke sisi kanan bawah perut sesuai dengan letak usus buntu.

Gejala Tambahan yang Sering Muncul

Selain nyeri perut, usus buntu dapat disertai gejala tambahan seperti sembelit, diare ringan, perut kembung, atau sulit buang angin. Sebagian orang juga mengalami peningkatan suhu tubuh, denyut nadi lebih cepat, dan tubuh terasa sangat tidak nyaman.

Pada wanita, gejalanya kadang menyerupai nyeri haid atau gangguan organ reproduksi, sehingga diagnosis bisa lebih menantang. Pada lansia, gejala justru dapat lebih ringan dan tidak khas, padahal kondisi bisa lebih berbahaya karena penanganan sering terlambat.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa usus buntu tidak selalu datang dengan pola yang sama. Itulah sebabnya setiap keluhan perut yang memburuk perlu diperiksa secara serius.

Kapan Harus Ke Dokter

Segera periksa ke dokter atau rumah sakit jika nyeri perut berlangsung lebih dari beberapa jam, semakin parah, atau berpindah ke kanan bawah. Waspadai juga bila nyeri disertai demam, muntah berulang, tidak nafsu makan, atau perut terasa keras saat disentuh.

Kondisi menjadi lebih darurat jika penderita tampak sangat lemah, tidak bisa berdiri tegak, atau mengalami nyeri yang sangat hebat secara tiba-tiba. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena gejala sempat mereda, sebab nyeri yang hilang mendadak justru bisa menjadi tanda apendiks sudah pecah. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah infeksi berat dan mempercepat pemulihan.

Cara Membedakan dari Sakit Perut Biasa

Tidak semua sakit perut berarti usus buntu, tetapi ada beberapa ciri yang membedakannya dari gangguan ringan. Sakit perut biasa cenderung membaik setelah buang angin, makan, atau istirahat, sedangkan nyeri usus buntu justru terus memburuk. Lokasi nyeri yang khas, pergeseran dari tengah perut ke kanan bawah, dan adanya mual atau demam menjadi petunjuk penting.

Jika keluhan disertai tubuh terasa makin lemah, perut kaku, dan nafsu makan hilang total, kemungkinan apendisitis perlu dipertimbangkan. Karena gejalanya bisa menyerupai penyakit lain, pemeriksaan medis tetap menjadi langkah paling aman untuk memastikan penyebabnya.

Penutup

Mengenali gejala umum usus buntu sejak dini sangat penting agar penderita tidak terlambat mendapatkan penanganan. Nyeri perut yang berpindah lokasi, mual, demam ringan, hilang nafsu makan, dan nyeri yang makin hebat saat bergerak adalah tanda yang tidak boleh diabaikan.

Semakin cepat kondisi ini diperiksa, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius. Jika muncul gejala yang mengarah ke usus buntu, langkah terbaik adalah segera mencari pertolongan medis tanpa menunggu terlalu lama.

Posting Komentar